Pusatnya Berbagai Macam Batik. Batik Pria, Batik Wanita, Batik Anak2 dan Aksesoris Batik Lainnya. Kualitas Asli SOLO
 

Pusatnya BERBAGAI MACAM BATIK SOLO

 

 

 

BATIK, KETERKAITAN MOTIF DAN MAKNA

 

Motif dan warna batik Indonesia sangatlah beragam. Tiap jenis motif batik memiliki makna tersendiri. Terdapat perbedaan makna motif batik dulu dan sekarang. Meski busana modifikasi batik sudah beredar dimana-mana, toh ada juga yang masih suka motif batik bergaya lama.
Motif batik Kawung, ceplok sriwedari, parang parung, sekar jagad, tuntrum, atau sabet manik pada batik tidak muncul begitu saja. Karya seni tersebut diciptakan dan dikerjakan di dalam kraton. Pembuatan pola dan pembatikan dikerjakan putri kerajaan, sedangkan proses pencelupan dikerjakan abdi dalem. Batik juga khusus dikenakan keluarga kerajaan saja.
Perkembangan pada batik terjadi ketika kalangan kerajaan tidak bisa lagi memenuhi peningkatan kebutuhan batik. Akhirnya, pengerjaan oleh kerabat kerajaan dan abdi dalem pun dipilih. Hingga menarik perhatian saudagar dan menjadi industri seperti saat ini.
Masih merunut dari leluhurnya, pakaian batik lebih sering dikenakan pada acara resmi. Namun, sejak pemerintah mencanangkan pakaian batik sebagai salah satu busana kerja, baju batik kian meluas. Banyak orang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. 



Mulanya dari Lingkungan Kerajaan
Kekeringan melanda tanah Jogjakarta, sehingga menganggu usaha pertanian dan persediaan air semakin berkurang. Sri Susuhunan Paku Buwono III pun pergi ke gunung untuk semedi.
Tiba-tiba, hujan turun di tengah semedinya. Langsung saja, Paku Buwono III membuat gambar batik parang udan liris, batik parang yang dipadukan dengan garis-garis, sebagai pengganti bahasa hujan.
Sementara, motif batik hias tuntrum muncul ketika permaisuri Sri Susuhunan Paku Buwono III, Kanjeng Ratu Beruk sedih karena tidak mendapat perhatian dan cinta kasih dari suaminya. Dia menuangkan kesedihan tersebut pada torehan lilin di kain mori.
Ternyata, suatu hari Paku Buwono mendatangi Kanjeng Ratu Beruk yang menjadi kunjungan berkelanjutan. Untuk mengabadikan momen tersebut, Kanjeng Ratu Beruk memberi nama tuntrum pada hasil karyanya. Secara harfiah, tuntrum artinya timbul atau berkumpul, yaitu kembali berkumpulnya sribaginda dan permaisuri.

Tidak ada batasan kapan harus mengenakan motif batik untuk acara tertentu lagi sekarang. “Motif batik Parang cantel dan parang klithik dulu dipakai perempuan yang masih perawan. Tujuannya, supaya cepat menemukan jodoh,” terang Atiek.
Sedangkan motif batik parang gagah lebih disukai lelaki karena kesan tegasnya. Motif adalah doa, seperti motif kain panjang sido mukti dan sido luhur yang dipakai pada acara pernikahan. Supaya kehidupan rumah tangga selalu mukti dan luhur setelah upacara pernikahan.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kode BW39 Kode BW40 Kode BW41
     
     
     
 

 

 

 

  

 

 

  

 

 



 

 

 

 

PRODUK KAMI:

 

-

Bantal Batik

-

Kaos Batik

-

Kemeja batik

-

Blus Batik

-

Daster Batik

-

Rok Batik

-

Sandal Batik

-

Celana Batik

-

Jilbab Batik

-

Mukena Batik

-

Sajadah Batik

-

Sprei Batik

-

Bahan Batik

-

Sutera Batik

-

Interior Batik

 

 

PRODUK LAINNYA:

Menyediakan Berbagai Macam Parfum

 Original dengan Harga

Murah.

 

www.Pusat-Parfum.com

 

image description

Cool Water for Women

Rp310.000,00

Rp235.000,00 (100ml)

Rp210.000,00 (50ml)

 

 

image description

Anna Sui Secret Wish

for Women

Rp385.000,00

Rp285.000,00

 

image description

Bvlgari for Men

Rp330.000,00

Rp300.000,00

 

BLV Notte for Men

Rp365.000,00

Rp300.000,00

 

Image Description

Elizabeth Arden

Green Tea for Women

Rp250.000,00

Rp195.000,00

 

Image Description

Davidoff Cool Water

for Men

Rp325.000,00

Rp235.000,00

 

Image Description

Polo Blue for Men 

(Recommended)

Rp385.000,00

Rp300.000,00

 

 

MAU MEMPERMUDAH BACA QURAN dg Tajwid yang

 BENAR?? GUNAKAN

QURAN BERWARNA.

 

Kunjungi kami di

 

www.MY-ALQURAN.com

del.icio.us
Furl
Google
ma.gnolia
Netscape
Netvouz
RawSugar
reddit
Shadows
Simpy
Sphinn
StumbleUpon
Yahoo MyWeb

 

  

copyright 2008@BATIKLAKSMI