|
PRODUK KAMI:
|
- |
Bantal Batik |
|
- |
Kaos Batik |
|
- |
Kemeja batik |
|
- |
Blus Batik |
|
- |
Daster Batik |
|
- |
Rok Batik |
|
- |
Sandal Batik |
|
- |
Celana Batik |
|
- |
Jilbab Batik |
|
- |
Mukena Batik |
|
- |
Sajadah Batik |
|
- |
Sprei Batik |
|
- |
Bahan Batik |
|
- |
Sutera Batik |
|
- |
Interior Batik |
PRODUK LAINNYA:
Menyediakan Berbagai Macam
Parfum
Original
dengan Harga
Murah.
www.Pusat-Parfum.com

Cool Water for Women
Rp310.000,00
Rp235.000,00 (100ml)
Rp210.000,00 (50ml)

Anna Sui Secret Wish
for Women
Rp385.000,00
Rp285.000,00

Bvlgari for Men
Rp330.000,00
Rp300.000,00

BLV Notte for Men
Rp365.000,00
Rp300.000,00

Elizabeth Arden
Green Tea for Women
Rp250.000,00
Rp195.000,00

Davidoff Cool Water
for Men
Rp325.000,00
Rp235.000,00

Polo Blue for Men
(Recommended)
Rp385.000,00
Rp300.000,00
MAU MEMPERMUDAH BACA QURAN dg Tajwid yang
BENAR?? GUNAKAN
QURAN BERWARNA.
Kunjungi kami di
www.MY-ALQURAN.com
del.icio.us
Furl
Google
ma.gnolia
Netscape
Netvouz
RawSugar
reddit
Shadows
Simpy
Sphinn
StumbleUpon
Yahoo MyWeb
|
MUSEUM BATIK
Bagi anda penggemar batik dan ingin
menambah pengetahuan mengenai batik, Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta
menjadi tempat yang paling pas dikunjungi serta untuk ilmu mengenai
dunia perbatikan.
Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta merupakan museum pribadi milik R Ngt
Dewi Nugroho dan Raden Mas Hadi Nugroho yang berada di Jalan Dr Sutomo
13 A Yogyakarta didirikan pada 12 Mei 1979.
Pemilik Museum, Dewi Nugroho kepada Joglosemar menjelaskan, museum Batik
menempati ruang bangunan seluas 400 meter persegi dengan koleksi lebih
dari 1.000 batik asli Indonesia dari berbagai daerah. Juga berbagai
jenis sulaman yang usianya mencapai puluhan tahun terpajang.
“Untuk kain batik yang terpajang dibuat sejak tahun 1730 hingga tahun
2008. Kami juga memajang alat-alat membatik seperti cap, canting dan
sebagainya produk dari tahun ke tahun,” ujar nenek blasteran Keraton
Solo dan Tionghoa lagi.
Koleksi motif batik kuno yang terpampang antara lain: batik motif
sarung ise-isen buatan tahun 1880 sampai 1890. Motif batik tersebut,
kata dia, didapat eyangnya dari Pekalongan yang menurutnya bekas milik
noni dari Belanda, EV Zeuylen. ”Namun untuk koleksi sulaman, semuanya
yang bikin saya, sejak tahun 1997,” ujar nenek bercucu delapan ini
dengan logat bahasa Indonesia khas Tionghoa.
Sulaman karya Dewi Nugroho sungguh luar biasa. Hasil karyanya, seperti
sulaman wajah mantan Presiden Soeharto, Ibu Negara Tien Soeharto, Ir
Sukarno, Pangeran Diponegoro, Teuku Umar dan sebagainya, semua mirip
lukisan wajah. Hampir tak kentara jika hal itu karya sulaman.
Asal mula Dewi menciptakan ide membuat Museum Batik berawal dari
kepatuhannya dalam menjaga amanah mendiang ibu dan eyangnya. ”Ini semua
warisan dan tidak boleh dijual maka saya bikin museum supaya bisa
dinikmati banyak orang juga,” terangnya.
Bagi pasangan Hadi dan Dewi Nugroho, melestarikan budaya bernilai seni
menjadi hal yang utama, walau kadang idealisme ini harus mereka tebus
dengan mahal. “Biaya perawatan dari uang pribadi. Rata-rata per bulan
minimal Rp 5 juta,” ujarnya.
Tak hanya menyuguhkan karya batik kuno saja, Museum Batik dan Sulaman
Yogyakarta juga memberi kesempatan pada pelajar, mahasiswa dan orang
asing untuk kursus membuat batik. “Selama sebulan penuh, biaya belajar
membatik Rp 250.000 dan hasil karya batiknya boleh dibawa pulang.
|
|