|
|
Koleksi Batik nan Komplet di
Museum Tekstil
Tiga orang terlihat sedang asyik membatik
di atas sehelai kain yang telah memiliki pola, sambil bercanda riang.
Sesekali mereka meniup alat batik atau canting yang berbentuk seperti
mangkuk berujung lancip, yang berisi lilin cair yang berwarna kecoklatan
mirip tinta.
Setelah selesai membuat suatu motif batik, canting lantas dimasukkan ke dalam
sebuah bejana yang berisi malam atau lilin, yang berada di atas pemanas
atau kompor kecil. Hal itu dilakukan supaya lilin tetap cair dan dapat
terus digunakan. Itulah gambaran yang ada di tempat pelatihan museum
tekstil. Sedangkan mereka bertiga adalah para trainer atau pelatih batik
di Museum Tekstil yang berada di Jalan KS Tubun No. 4, Tanah Abang,
Jakarta Pusat.
Mereka melakukan aktifitas membatik, sambil menunggu kedatangan para
tamu museum yang ingin belajar membatik. "Sejak awal 2000-an, kami
mengadakan pelatihan membatik bagi pengunjung Museum Tekstil yang
berkenan. Semua yang belajar di sini gratis, tanpa ditarik biaya
tambahan," ujar Kepala Museum Tekstil, Dyah Damayanti, di Jakarta.
Koleksi BATIK terbaru kami
atau
HTTP://BATIKLAKSMI.MULTIPLY.COM
Paket pelajaran membatik yang diajarkan di
Museum Tekstil di antaranya, membuat motif batik, teknik membatik, serta
perlakuan terhadap kain batik. Tujuannya, menurut Dyah, melestarikan
budaya bangsa melalui pengenalan terhadap seni batik Indonesia dan upaya menarik
minat masyarakat lokal untuk mengunjungi Museum Tekstil, yang sebelumnya
hanya didominasi oleh warga asing.
Koleksi yang dipamerkan di
Museum Tekstil mencakup berbagai jenis kain songket, ulos,
serta kain tenun dari Sumba, Flores, Maluku, dan tentunya
macam-macam batik dari Jawa. "Saat ini koleksi kita sudah
mencapai 1.780 kain yang berasal dari seluruh penjuru
Indonesia, dan negara lain seperti Malaysia, Jepang, Mesir,
India, dan Sri Lanka," lanjut Dyah.
Untuk koleksi kain
yang terdapat di
Museum Tekstil,
paling banyak
didominasi oleh kain
tenun, dan kain
songket tradisional.
Koleksi kain paling
tua adalah koleksi
kain umbul-umbul
dari Cirebon yang
dibuat pada 1778.
Selain koleksi kain,
di Museum Tekstil
juga mengoleksi
alat-alat
tradisional untuk
membuat kain, atau
pakaian dari kulit
kayu karya suku di
pedalaman Indonesia.
source: kompas.com
informasi web lain:
- www. f a f s a.asia
(informasi beasiswa)
- www.t o e f l s e c
r e t s .asia (informasi toefl)
-
www.carmodification.asia
(informasi mobil)
|
Sponsor Kami:


|