Menurut pengusaha
batik KRT Daud Wiryo Hadinagoro, hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah:
- Pada saat mencuci batik jangan digosok. Jangan
pakai deterjen. Kalau batik tidak kotor cukup dicuci
dengan air hangat. Sedangkan, kalau kotor, misalnya
terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun
mandi atau bila kotor sekali, seperti terkena
buangan knalpot, noda bisa dihilangkan dengan kulit
jeruk dengan mengusapkan sabun atau kulit jeruk pada
bagian yang kotor.
- Setelah kotoran hilang, jemur di tempat teduh. Tak perlu memeras kain batik sebelum menjemurnya. Namun, pada saat menjemur, bagian tepi kain agak ditarik pelan-pelan supaya serat yang terlipat kembali seperti semula.
- Sebaiknya hindari penyeterikaan. Kalaupun terlalu kusut, semprotkan air di atas kain kemudian letakkan sebuah alas kain di bagian atas batik itu baru diseterika. Jadi, yang diseterika adalah kain lain yang ditaruh di atas kain batik.
- Disarankan untuk menyimpan batik dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak batik. Sebaiknya, almari tempat menyimpan batik diberi merica yang dibungkus dengan tisu untuk mengusir ngengat. Alternatif lain menggunakan akar wangi yang sebelumnya dicelup dulu ke dalam air panas, kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi kering, baru digunakan.
Sumber : (nri) RoL